YoonRin’s Diary

YoonRin’s Diary

image

Title: YoonRin’s Diary
Cast: Min Yoon Gi, Ryu Ye Rin
Genre: Romance, Humor, AU
Length: Ficlet
Cover by: Nadhea Rain Art
WARNING; lot of typo, diksi tanpa arah jalan pulang, tidak sesuai harapan dan jauh dari ekspektasi kalian saya tidak tanggungjawab/? *loh

Copyright2016 Nadhea Rain

Halaman 1
Min Holly

~~~

Story begin..

“Aku serius, Min Siput. Jauhkan Holly dariku sekarang juga!”

Sore yang tenang di kawasan apartment daerah Seoul sepertinya harus dirusak oleh teriakan-teriakan Ye Rin. Gadis dengan rambut cokelat kemerahan berlari ke sana ke mari, melempar benda apa saja–kecuali bermaterial kaca–pada pria yang tidak juga berhenti mengejarnya. Mungkin hal ini tidak akan terjadi lama jika saja Yoon Gi tidak melibatkan Welsh Corgi berbulu cokelat dalam dekapan. Ye Rin benci anjing, jika kalian ingin tahu.

Merasa lelah sejak beberapa menit lalu kucing-kucingan, Ye Rin yang mendapat celah langsung masuk ke kamar Yoon Gi. Belum sempat gadis bermanik hitam menutup pintu tangan Yoon Gi sudah lebih dahulu menjulur, membuat kepala Holly menyembul mengagetkan Ye Rin. Gadis itu kembali memekik keras sebelum jatuh ke ranjang empuk.

“Ayolah, Sayang. Kau harus membiasakan diri menyentuh putra sulung kita.” Yoon Gi masih dengan argumen serta arogansinya. Tak memedulikan Ye Rin yang kalang kabut menetralkan pernapasan.

Dahi Ye Rin mengerut. Ingin hati meneriaki sang kekasih yang terlampau jenius di hadapan. Anak sulung kita katanya? Ye Rin bergidik ngeri membayangkan melahirkan anak anjing seperti Holly.

“Tidak. Jika kita menikah, Holly tidak boleh keluar kandang,” Ye Rin bangkit. Mata hitamnya menatap nyalang Yoon Gi juga Welsh Corgi yang nampak mengerut takut.

Yoon Gi mendesah, menaruh Holly di lantai lalu membisikkan sesuatu. Anjing mungil itu segera memangkas jarak dengan Ye Rin, membuat gadis bersurai cokelat berjengit kaget. Ia menaiki ranjang tergesa, menyumpah serapahi Yoon Gi yang justru tertawa puas. “Ayo terus Holly Sayang. Mendekatlah pada ibumu.”

Teriakan Ye Rin makin heboh kala Welsh Corgi ikut menaiki ranjang. Gadis manis itu melangkah mundur, kembali mundur seiring pergerakan Holly. Ketika jarak mereka hanya tinggal tiga puluh senti, Ye Rin melompat, menerjang Yoon Gi hingga keduanya jatuh saling menindih. Yoon Gi bahkan bisa mendengar detak jantung Ye Rin.

Mereka saling terjebak dalam diam, saling memahami dalam sunyi. Entah sudah berapa waktu terlewati namun mereka masih enggan memisahkan diri. Hingga Ye Rin merasa benda basah menyentuh kaki telanjangnya, ia baru bangkit buru-buru berlari menghindar. Itu lidah Holly. Astaga. Sekarang ia harus mandi dengan banyak parfum.

“Aku bahkan mengijinkan kucing gemukmu memakai margaku dan mengakuinya sebagai adik Holly.” Yoon Gi memulai kembali, menggendong serta mengusap-usap bulu cokelat Holly. Sementara Ye Rin yang berada pada radius satu meter darinya bersiap dengan bantal sofa.

“Kalau begitu aku akan mengganti marga Cheeto dengan marga Jung Kook!” ancam Ye Rin lengkap dengan seringai menyebalkan. Bibir Yoon Gi mengerucut, hendak kembali melepaskan Holly namun Ye Rin sudah lebih dahulu berlari menjauh. Yoon Gi terkekeh, berbalik menuju kamar pribadi memasukkan Holly di sana. Bunyi pintu dikunci membuat Ye Rin bernapas lega.

Ye Rin merebahkan diri di sofa. Kepalanya ia sandarkan pada bantalan kursi. Min Yoon Gi memang menyebalkan. Dan akan lebih menyebalkan lagi jika ia sedang dalam mood bercanda. Ye Rin menghela napas, memutar mata jengah melihat sang kekasih duduk tepat di sampingnya.

“Jika kau benar-benar mengganti marga Cheeto, aku tidak akan membiarkanmu selamat dari Holly,” Yoon Gi melayangkan tinjuan pelan ke kepala Ye Rin. Membuat gadis manis itu mendecih memutar bola mata.

“Lakukan saja dan kau akan kubuat repot karena telah membuatku sakit seperti tiga bulan lalu.”

Yoon Gi terkekeh mengingat hari itu. Hari di mana Ye Rin mengunjungi apartmentnya tepat setelah Yoon Gi membeli Holly. Ye Rin yang belum diberi informasi kontan terlonjak melihat Holly berada tepat di depan pintu. Dan karena kejadian itu Ye Rin mengalami demam tinggi hingga tiga hari. Benar-benar konyol.

“Kalau begitu berhentilah memanggil Holly jelek,” Yoon Gi menatap Ye Rin serius. Sementara yang ditatap hanya mendengus mengikuti gerak bibir Yoon Gi.

“Holly memang jelek. Lihatlah bulunya yang keriting. Benar-benar mengerikan.”

“Ryu Ye Rin, berhenti atau aku akan melepaskan Holly.”

“Tidak.”

“Berhenti.”

“Tidak. Tidak. Tidak.”

“Aku bilang berhenti.”

Ya, kurasa perdebatan mereka tidak akan habis. Aku berharap tidak ada tetangga yang terganggu dengan suara cempreng mereka.

-FIN-

A/N: Haha. FF random dr ide yg muncul di otak. Singkat aja, gak janji banyak tergantung idenya. Wkwk. Gimana menurut kalian? >

Pembaca yang Baik adalah Pembaca yang Meninggalkan Jejak *NgilangbarengSuga wkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s