TaeMi Family

TaeMi Family

image

Title: TaeMi Family (Ficlet Series)
Cast: Kim Tae Hyung, Naomi Kim, Kim Hye Hee, Kim Young Gwan
Genre: Family
WARNING; Lot of typo, diksi tanpa arah jalan pulang, tidak sesuai kenyataan dan jauh dari ekspektasi kalian saya tidak tanggungjawab/? *loh

Copyright2016 Nadhea Rain

A- Acting

A for Acting

~~~

Story begin..

“Aku tidak mau, Ayah.” Bibir kecilnya mengerucut lucu, diikuti gembungan pipi yang membuat siapa saja ingin mencium gadis sebelas tahun itu. Di hadapannya, sang ayah tengah berlutut menatap lembut sang putri pertama. Tidak lama kemudian senyum ikut terbit memenuhi paras tampan si pria akhir tiga puluhan. “Aku sudah berkata tidak akan mengikuti jejak ayah menjadi selebriti, ‘kan?” ujarnya lagi masih memertahankan ekspresi kesal.

Tae Hyung–sang ayah–mengangguk paham. “Aku tahu, Sayang. Tapi tidak untuk tugasmu. Kau harus benar-benar berakting. Mengerti?”

Gadis itu masih bergeming. Menatap ke mana saja asal tidak pada iris ayahnya. Baiklah. Katakan ia kekanakan karena tidak mau berakting meski itu tugas sekolah. Tapi masalahnya bukan soal aktingnya yang tidak bagus, guru-gurunya bahkan sempat mendeklarasikan dirinya untuk ikut serta dalam pagelaran theater tiap tahun, melainkan…

Hye Hee mendengus. Merapikan poni, ia lantas mengambil boneka Doraemon di sisi kanan, mengedarkan pandang pada ruang pribad bernuansa ungu muda miliknya. “Ayah tidak akan mengerti.”

Dan sore itu Tae Hyung hanya bisa menggeleng mendapati reaksi sama yang diberikan sang putri pertama.

***

Saat makan malam tiba, Hye Hee yang biasanya antusias menceritakan harinya di sekolah memilih diam. Entah karena kekesalannya terhadap guru kesenian masih meletup-letup atau justru karena ayah pemaksanya yang tiada henti menyudutkan pilihan. Pandangannya tak pernah ia angkat. Sekadar melirik sang ibu juga adik laki-lakinya pun enggan.

Setelah mangkuk nasi juga lauk pauknya tandas, gadis penyandang marga Kim memilih pamit. Tidak mengindahkan sedikit pun teriakan ibunya yang sebenarnya cukup mengganggu.

###

“Apa Hye Hee sedang datang bulan?” Tae Hyung mengambil alih sisir yang dibawa sang istri. Membantu merapikan surai hitam panjang Naomi seraya tersenyum manis. “Aku tidak mengerti mengapa gadis kecilku bisa seemosional itu.”

Naomi terkekeh membaca raut wajah sang suami dari cermin di hadapannya. Ia mengerti, sangat mengerti bahwa ia menikahi pria yang amat menyayangi anak-anak. Jadi tidak mengherankan jika pria itu tampak begitu khawatir mengenai reaksi berlebihan yang ditunjukkan buah cinta mereka.

Wanita yang masih terlihat cantik meski sudah memiliki dua putra ini menggeleng, “Kurasa bukan itu masalahnya, Sayang.”

Pandangan Naomi masih terpaku pada Tae Hyung yang lambat laun mengerutkan dahi. Melihat sang suami belum juga menanggapi ia melanjutkan, “Sebenarnya, Hye Hee tidak benar-benar menolak berakting. Kau tahu bagaimana gadis kita sangat mencintai akting, ‘kan?”

Tae Hyung menghentikan kegiatannya menyisir rambut sang istri. Dua irisnya menumbuk cermin, memerhatikan lamat-lamat raut wajah wanita yang dinikahinya dua belas tahun lalu. “Lalu?”

“Ini tentang lawan mainnya. Kau harus bicara dengannya sekali lagi, Sayang.”

###

Bibir Tae Hyung tidak bisa berhenti menyunggingkan senyum sejak semalam. Pembicaraannya bersama sang istri sungguh membuatnya lega. Ia tidak menyangka alasan klasik yang diderita remaja-remaja kebanyakan juga menyambangi putrinya secepat ini. Ia terkekeh.

Berbekal sebungkus snack kentang rumput laut juga teh bubble kesukaan sang putri, ia melangkah mendekati Hye Hee yang tengah asyik membaca novel. Sekilas Tae Hyung melirik judul sampul yang dicetak dengan warna pink pudar, kontan bibirnya kembali melukis lengkung manis. What If. Bagaimana Jika Aku Benar-benar Mencintaimu? Prodigy Kim mengeja dalam hati.

Berdeham, Tae Hyung ikut duduk di samping sang putri. “Apa kisah Paman Yoon Gi dan Bibi Ye Rin begitu mengagumkan?”

Hye Hee mendongak. Menandai halaman dengan pembatas buku, ia menegakkan tubuh. Iris cokelatnya menelisik, menatap saksama sang ayah yang tiba-tiba sudah hadir menemaninya. Beberapa detik terdiam sulung Kim mengangguk mengiyakan pertanyaan ayahnya yang belum sempat ia jawab.

“Menurutku, tunangan Bibi Ye Rin terlalu konyol memutuskan hubungan hanya karena memiliki wanita lain. Dan Paman Yoon Gi, kenapa karakternya dibuat sedingin itu, Ayah?” Hye Hee berujar merebut bungkus snack kentang dari tangan sang ayah.

Tae Hyung terkekeh. Sepertinya ia berhasil memancing umpan. Pria itu meletakkan jari jempol juga telunjuk di dagu membentuk pose berpikir, “Paman Yoon Gi memang dingin, Sayang.” Selanjutnya Hye Hee hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Tentang tugas kesenianmu. Apa kau benar-benar tidak ingin berakting?” Tae Hyung ikut menyomot snack kentang. “Omong-omong menjadi Cinderella bukan hal buruk, ‘kan? Kau bahkan pernah menjadi anak penyihir jahat di Swan Lake.”

Hye Hee mendengus. Memang benar ia pernah berakting lebih sulit. Tapi tetap saja. Ini bukan tentang akting. “Tidak jika pangerannya bukan Hyun Sik, Ayah.”

“Memangnya ada masalah apa dengan Hyun Sik?”

“Dia selalu menggangguku, Ayah. Dia dan Hyun Soo selalu memecah konsentrasiku.” Pipi-pipi Hye Hee menggembung. Ia bahkan tidak sadar telah berbicara terlalu banyak.

Tae Hyung terkekeh melihat reaksi yang ditunjukkan sang putri. “Kau hanya malu berakting dengan pria yang kausuka, ‘kan?”

Dan berkat kalimat yang Tae Hyung ucapkan barusan, kesadaran Hye Hee kembali seratus persen. Dengan nada yang sengaja ditekankan, sulung Kim memanggil sang ayah. “Ayah…,”

-FIN-

A/N: Haloo ^^ aku balik dgn FF baru TaeMi Family. FF ini spesial kupersembahkan buat kak Titin Lee ^^ ini FFnya bukan chaptered kok. Hanya kumpulan Ficlet singkat yg gak saling terkait tiap serinya ^^ Saran dong, yg B enaknya apa ya? Kasih saranmu di komentar yah ^^

Pembaca yang Baik adalah Pembaca yang Meninggalkan Jejak *NgilangbarengSuga wkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s