Hairy at the Heel Chapter 1

Hairy at the Heel Chapter 1

​Fire-Mind

Dibagikan pada Minggu, 13 Januari 2013 14:06 KST

Subjek: Bintang Baru Akan Segera Bersinar

Halo.

Aku baru saja berjalan-jalan di tengah dinginnya udara. Salju tidak cukup banyak namun aku masih mencintainya. Dan yang penting dari itu semua aku memakai sweater dan syal biru favoritku. Jangan lupakan penutup kepala senada juga.

Dan–uh. Aku bahkan melupakan kabar bahagia yang akan kubagikan pada kalian.

Ada seorang yang baik hati membeberkan informasi–atau kau juga bisa mengatakan aku tidak terlihat–tentang tujuh trainee Big Hit Entertainment yang akan segera diorbitkan pertengahan tahun. Aku sendiri tidak mengerti mengapa kabar sehebat ini tidak cukup dicium para awak media–kau tahu apa–dan aku merasa tersanjung menjadi yang pertama menulis berita di atas.

Dan kalian, apakah kalian juga penasaran dengan tujuh trainee yang ‘katanya’ akan mengusung tema HipHop Grup ini?

Komentar

Komentar untuk ‘Bintang Baru Akan Segera Bersinar’

Dibagikan pada Minggu, 13 Januari 2013 14:30 KST

Subjek: Tolong tampar aku sekarang!

Getaway66 : Big Hit? Kau bercanda? Tidak ada yang pernah membocorkan hal ini sebelumnya. Terima kasih. Omong-omong, aku sangat penasaran.

Komentar untuk Getaway66

Dibagikan pada Minggu, 13 Januari 2013 14:33 KST

Subjek: Tanganku siap menamparmu kapan saja.

Fire-Mind : Sama-sama. Aku punya feeling grup ini akan meroket

Komentar untuk ‘Bintang Baru Akan Segera Bersinar’

Dibagikan pada Minggu, 13 Januari 2013 14:35 KST

Subjek: Aku pecinta pria muda.

yougot_Jams : Aku sangat penasaran dengan member paling muda di sana.

Komentar untuk yougot_Jams

Dibagikan pada Minggu, 13 Januari 2013 14:37 KST

Subjek: Aku tahu

Fire-Mind : Update soon, Sayang

.

.

.

.

Title: Hairy at the Heel
Cast: Jung Eun Ha, Jeon Jung Kook, All BTS Member
Genre: Crime, AU
Rate: T
Cover by: Encore Design (Arata Toshiaki Kim)
WARNING; Lot of typo, diksi tanpa arah jalan pulang, tidak sesuai harapan dan jauh dari ekspektasi kalian saya tidak tanggungjawab/? *loh

Copyright2016 Adiinda Chan feat Nadhea Rain

Chapter 1

~~~

Story begin..

2013, Januari.

Salju masih menumpuk di jalanan; entah siapa yang bertanggungjawab untuk membereskan semua kekacauan ini, namun seharusnya jalanan sudah mulus tanpa adanya gundukan es serut yang menghalangi laju para pengendara malam. Sosok gadis bersurai hitam nampak kebingungan dengan kondisi mobilnya yang terjebak salju. Mendengus, ia merogoh ponsel untuk menghubungi jasa derek. Akan tetapi, notifikasi yang masuk dalam salah satu jejaring sosial menyita seluruh perhatiannya.

“Big Hit…,” bibirnya menggumam kecil. Tanpa sadar senyum lebar sudah mengembang di sana. Penasaran. Gadis surai hitam ini benar-benar penasaran dengan artikel yang baru saja ia baca.

“Benarkah? Ini berita besar!” pekiknya memencet aplikasi kontak. Menscroll ke bawah untuk menemukan nomor ponsel salah satu temannya. Melupakan fakta bahwa mobilnya belum juga terbebas dari gundukan salju.

***

“Fire-Mind menemukan bukti bahwa Big Hit akan meluncurkan boygroup baru. Ini Big Hit, Han Sa Na. Aku tidak percaya!” seorang gadis dengan dress cokelat muda menggebu-gebu. Ia menyodorkan ponsel pintarnya tepat di hadapan gadis yang tengah menyeruput cokelat hangat. “Semua orang tengah membicarakan blog ini. Kau tahu, bahkan hanya dia yang bisa dengan mudah mendapat berita.”

Gadis dengan mantel senada mengangguk paham. “Dan yang kudengar dari teman-teman kuliahku, pihak agensi tidak dapat melumpuhkan blognya begitu saja. Ini sungguh menarik. Berarti akan ada banyak berita mengenai Big Hit di sana.” Mereka tertawa bersama. Penasaran dengan grup baru yang sedikit demi sedikit terkuak.

Sementara Jung Kook yang berada dalam radius lima puluh meter mendesah lelah. Mengambil gelas cokelat panas, membenahi letak syal lalu berlalu dari cafe. Meninggalkan dua gadis–lebih–yang terlihat begitu antusias dengan salah satu blog yang berani.

Pria bersurai hitam ini berjalan perlahan, sesekali menghela napas, menghalau perasaan baru yang tumbuh. Ia takut, syndrom itu tiba-tiba saja menggerogoti tubuh lelahnya. Bagaimana jika debutnya nanti gagal? Atau bagaimana jika nanti ia melakukan kesalahan sehingga publik berbalik mencemoohnya–grupnya?

Jung Kook bergegas membuka pagar, menaiki tangga, membuka kunci pintu. Mengabaikan Ho Seok yang tengah menjajakan senyuman lebar, membiarkan begitu saja masakan Seok Jin yang jelas-jelas terlihat menggoda di tengah meja. Ia tidak mengerti namun ia tetap saja berjalan. Menuju kamar kecilnya yang nyaman, jauh dari orang-orang luar yang bisa melukai hati.

***

Fire-Mind

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 07:14 KST

Subjek: Aku merasa tersanjung.

Ada Fire-Mind di setiap jalan yang kulalui hari ini. Maksudku, semua orang tengah membicarakan blogku, atau setidaknya satu artikel yang bisa mengubah jumlah komentar, viewers maupun like. Aku sangat tersanjung.

Dan untuk Big Hit, kalian tidak perlu susah-susah memblokade akses blog ini karena–ya aku berada di jalur yang sama. Aku berada di pihak kalian, asal kalian tahu. Terima kasih. Aku juga sangat tersanjung karena kalian mau memperhatikan blog konyolku.

Oh. Ya. Aku punya sesuatu untuk kalian di postinganku selanjutnya.

Komentar

Komentar untuk ‘Aku merasa tersanjung.’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 07:30 KST

Subjek: Harapan

yougot_Jams : kuharap sesuatu yang sangat menarik

Komentar untuk ‘Aku merasa tersanjung’

Subjek: Kumohon

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 07:34 KST

kittyester : nama grup atau clue apa saja kumohon

Komentar untuk ‘Aku merasa tersanjung’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 07:37 KST

Subjek: Please…

pARKours : berita bagus, please

Pria awal tiga puluhan membelalak tak percaya. Melepas kacamata baca, sontak ia berbalik menghadap teman-temannya yang berkumpul mengitari meja. Semua orang di sana sama; mengerutkan dahi berpikir terlalu keras.

“Blog itu harus segera dihancurkan. Mereka akan mengganggu rencana kita untuk BTS!” salah satu dari tiga pria di meja memekik. Ia memijat pangkal hidung yang terasa berdenyut-denyut tidak nyaman.

Dua wanita serta satu pria mengangguk setuju. Sementara satu pria lain di ujung meja hanya terkekeh kecil, menguar senyum tanpa merasa masalah besar mengancam.

“Hei, Bang Shin Hyuk! Reaksi macam apa yang kautunjukkan itu?” kembali si pria dengan jaket kulit membara. Ia tidak mengerti mengapa atasan yang lebih muda darinya justru menanggapi hal ini dengan sebuah cengiran.

“Jika kita menutup blog itu saat ini juga, kita akan dicap sebagai agensi buruk. Lagipula, apa kalian tidak penasaran dengan wartawan yang sedang berhadapan dengan kita?”

###

Senja sudah menjelang namun tidak berlaku santai untuk tujuh pria yang sedang berkonsentrasi penuh dengan aksi tarian mereka. Tanpa kenal lelah. Keringat mengucur dari pelipis tidak menyurut semangat. Musik berdentum, hentak kaki, gerak tangan, semua memandang ke depan. Berharap kesuksesan mampu mengiringi langkah keras mereka sejauh ini.

“Ya. Sudah cukup hari ini.” Bersamaan dengan tape recorder dimatikan, mereka bertujuh menjatuhkan diri. Ada yang duduk berselonjor kaki, ada pula yang berbaring di lantai tidak peduli debu menempel di pakaian masing-masing.

Pria berlesung pipi menatap langit-langit, membiarkan pias lampu memenuhi pandangan. Sebentar lagi impian mereka tercapai. Sebentar lagi orangtuanya akan menangis bangga melihat dirinya mampu memijak panggung megah bersama artis besar lain. Tersenyum, pria itu menaruh tangan sebagai bantal, membiarkan imajinasinya mengembara ke mana saja.

“Hei, makan malam segera siap Jeon Jung Kook.” Dengus napas menguar. Pria dengan kemeja pink pudar menggeleng. Sudah bukan rahasia umum jika intensitas stress meningkat menjelang hari debut. Entah hanya mendadak diam dalam waktu lama pun pula menangis sejadinya melupakan akar permasalahan.

Pria berkulit seputih porselen itu misalkan. Di pangkuannya tidak lekang satu buku kecil juga alat tulis. Meski ia sesungguhnya memang tidak banyak bicara, namun aura yang muncul justru semakin gelap; tidak ada yang ingin mengajaknya bicara kecuali benar-benar terpaksa.

“Anak itu…,” si pria pink kembali bersuara. Melipat tangan di dada, ia menggeleng tegas memerhatikan pintu masuk. “Mengapa dia tidak bisa seperti anak lelaki seusianya? Seharusnya dia takut berjalan sendirian tanpa didampingi salah satu dari kita berenam.”

“Mungkin dia memiliki kadar stress berlebih,” sahut pria di ujung ruangan mengeluarkan cengiran lebar.

“Biasanya anak lelaki seusianya takut menjadi dewasa. Kau tahu apa, dia masih kecil saat datang ke sini,” giliran pria porselen berbicara.

“Aku sependapat dengan Ho Seok-hyung dan Yoon Gi-hyung. Jung Kook butuh udara segar. Kita butuh udara segar.”

***

Jung Kook tidak mengerti mengapa langkah kakinya berhenti di kedai kopi sama seperti hari-hari sebelumnya. Entah kedai ini memiliki dorongan magis atau hanya perasaannya saja. Mendengus, ia menuju kasir memesan menu biasa; cokelat panas dan muffin cokelat. Sungguh, Jung Kook tidak terlihat seperti trainee kebanyakan karena justru menghamburkan uang setiap hari.

Bicara soal tanggal debut, ia sama sekali tidak fokus. Bukan karena ia tidak percaya dengan kemampuan dan latihannya selama ini. Lebih pada kesiapan mental untuk menghadapi persaingan ketat industri musik.
Sudah sejak lama produser Bang memutuskan posisi yang akan ditempati ia dan enam teman lainnya. Entah ia harus bersyukur atau justru tertekan dengan kenyataan menjadi salah satu penguat vokal serta jejeran penari utama. Vokal… vokal… dan tarian. Jung Kook kembali mendengus sesaat setelah menerima pesanan.

Pria yang tahun ini genap berusia tujuh belas tahun menempati meja tak jauh dari jendela. Berharap panorama waktu berputar mampu meredam sesuatu yang hendak meledak dalam dirinya. Ia menyeruput sedikit cokelat hangat, membasahi kerongkongan dengan cairan manis pahit yang akrab menyambangi lidah.

Pejalan kaki terburu-buru karena salju sedikit demi sedikit turun adalah hal menarik yang mampu tertangkap retina. Anak kecil berlarian riang, pula remaja seusianya mengambil potret diri bersama teman-teman. Jung Kook menyungging sebuah senyum. Hanya dengan melihat hal-hal kecil saja perasaannya berangsur membaik.

Ponsel dalam saku mantelnya bergetar, membuat Jung Kook menghela napas dalam. Merogoh saku, dahinya mengerut manakala nama Min Yoon Gi-hyung tertera di layar. Tidak biasanya pria itu mau mengkhawatirkannya secara terang-terangan. Tidak biasanya pria dingin itu meneleponnya. Tujuh kali getaran namun Jung Kook tak jua menjawab panggilan. Hingga telepon terputus dengan sendirinya pun ia hanya menatap layar ponsel lalu kembali beralih menatap objek apa pun. Apa saja yang bisa menyibukkan irisnya.

Satu sendok muffin masuk ke mulut. Tidak seperti hari-hari biasa, kali ini muffin yang ia cecap terasa hambar. Ia sendiri tidak mengerti padahal masakan di kedai ini selalu mampu membuatnya melupakan masalah. Namun apa yang ia cicip hari ini rasanya sama saja. Jung Kook kembali menghela napas masih betah memandang lurus ke depan.

Seorang gadis seusianya tiba-tiba mendekat, berdiri berkacak pinggang menghalangi jarak pandang Jung Kook. Mendongak, pria muda itu mendapati mata seindah batu obsidian tengah mengamatinya dengan kilat amarah. “Apa masalahmu?” suara gadis itu melengking hebat. Mata sipit berbingkai eyeliner cantik ikut membelalak, berusaha terlihat garang di hadapan Jeon Jung Kook.

Dahi pria Jeon mengernyit bingung. Mencerna ucapan yang keluar dari bibir gadis di hadapannya. “Aku tidak mengerti apa yang kaubicarakan, Nona.”

Gadis itu menyeringai memutar bola mata jengah. “Kau menatapku lebih dari setengah jam dan kaubilang tidak mengerti?” telunjuknya mengarah tepat di wajah Jung Kook. “Apa maumu? Apa yang akan kaulakukan padaku?”

Jung Kook makin tidak mengerti. Menggeleng tegas, ia ikut berdiri menyamakan tingginya dengan sang gadis. Belum sempat ia melakukan pembelaan, segelas air putih telah membasahi wajah hingga bajunya. Gadis itu menyiramnya. Gadis itu membuat pakaian bersih Jung Kook basah kuyup.

Saat mata Jung Kook bergulir menatap objek yang kini berjalan menjauh, ia bisa melihat acungan jari tengah serta seringai menyebalkan mengembang. Jung Kook memijat pangkal hidung. Seingatnya ia tadi hanya menatap pemandangan yang tersaji melalui jendela. Bukan menguliti maupun menatap lapar gadis itu. Aneh. Gadis itu benar-benar aneh.

***

Fire-Mind

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 18:10 KST

Subjek: Lihat apa yang kutemukan

[Caption: foto seorang pria berjalan-jalan di area pertokoan dengan efek blur]

Ta-da. Ada trainee yang keluar jalan-jalan hari ini.
Oh. Waspadalah. Mungkin kalian pernah melihatnya juga.

Komentar

Komentar untuk ‘Lihat apa yang kutemukan’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 18:14 KST

Subjek: Aku membelalakkan mata

pARKours : Astaga. Aku akan waspada mulai hari ini

Komentar untuk ‘Lihat apa yang kutemukan’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 18:17 KST

Subjek: Get shock!

Getaway66 : Gila! Kau benar-benar jenius.

Komentar untuk ‘Lihat apa yang kutemukan’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 18:22 KST

Subjek: Tak bisa menutup mulutku

yougot_Jams : Oh no! Lihatlah. Dia sangat seksi!

Komentar untuk ‘Lihat apa yang kutemukan’

Dibagikan pada Senin, 14 Januari 2013 18:23 KST

Subjek: (tidak ada subjek)

RN-168 : NICE BLOG!

To Be Continued..

A/N: Haloo πŸ˜€ FF Multi Chapter baru collab sama Adiinda Chan a.k.a HopeHold nih πŸ˜€ gimana2? Bikin penasaran gak? ._. Atau ada yg bingung tentang Fire-Mind dan artikel2 yg dimuat? ._. Ini ceritanya Fire-Mind itu blog ya. Jd postingan artikel di sini itu artikel yg dimuat di blog Fire-Mind.

Oh ya, nanti waktu debut sama lagu debut BTS di FF ini beda ya. Jd jangan heran πŸ˜€

Lanjut atau enggak nih? ._. Review juseyo πŸ˜‰

Pembaca yang Baik adalah Pembaca yang Meninggalkan Jejak *NgilangbarengSuga wkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s