Ruang Latihan Dance [Drabble]

Ruang Latihan Dance [Drabble]

image

Title: Ruang Latihan Dance
Cast: Jeon Jung Kook, Im Na Young
Genre: Romance, Hurt/Comfort
Cover by: Nadhea Rain Art
WARNING; Lot of typo, diksi tanpa arah jalan pulang, tidak sesuai harapan dan jauh dari ekspektasi kalian saya tidak tanggungjawab/? *loh
Length: Drabble

Hanya sebuah drabble singkat tantangan dari bang Andre–mentorku tersayang–dengan kata kunci:
1. Bipolar Disorder
2. Penderitaan
3. Pemulihan

~~~

Story begin..

“Jangan sentuh aku!” Kilat amarah menguasai tubuh kecil gadis bermahkota hitam itu. Jari telunjuknya mengarah tepat ke arah pemuda yang berdiri sekitar dua ratus meter darinya. Setelah memberi ultimatum gadis dengan almamater Shining Star Academy segera berbalik, menatap pantulan dirinya pada kaca-kaca besar–ruang latihan dance.

Kakinya melajukan langkah, meraih remote tape, menekan tombol play. Irama musik EDM terdengar menghentak-hentak, ia bergerak, meliuk-liuk menyesuaikan imajinasi yang bermain di otaknya. Sementara pemuda tadi menegang, tepatnya tercengang atas pertunjukan gratis yang sekarang ia tonton.

Dua menit berlalu gadis bertubuh kecil itu ambruk. Menumpu lantai dengan lutut yang tertekuk. Bahunya naik turun, sejurus kemudian tangis menggema memenuh-sesaki ruangan.

“Partner-mu terkena Bipolar Disorder,” sebuah suara muncul di ingatan sang pria. Ia menggeleng tegas. Gadis itu normal, ia meyakinkan diri.

Raungan tangis masih terekam jelas. Ini menyinggung harga dirinya. Tidak mungkin seorang Jeon Jung Kook membiarkan seorang menangis sepilu itu. Dan tepat ketika ia akan mendekat, sontak si gadis menangis menguarkan tawa. Sebuah tawa renyah, melengking, dan panjang.

Langkah Jung Kook terhenti. Jantungnya seakan diremas paksa melihat kenyataan yang baru saja ia temukan sekarang. Gadis itu… benar-benar penderita Bipolar Disorder?

Berbagai spekulasi bermunculan di otak pria berseragam sama dengan gadis yang sekarang masih tertawa-tawa. Tidak butuh waktu satu menit sang gadis kembali melanjutkan tariannya. Berkonsentrasi penuh, menghipnotis seolah ia tidak pernah menderita guncangan mental apa pun.

Jung Kook kembali mendekat, mengimbangi gerak tarian yang semakin meliuk sulit. Mencari titik lemah agar ia bisa menelusup. Musik sudah berganti dengan tempo sedang, tarian gadis itu pun berubah rapuh. Seolah ia adalah seekor kupu-kupu yang kehilangan keindahan.

Ketika gadis itu membuka tangan membentuk gerak sayap kupu-kupu, Jung Kook berhasil melingkarkan tangan di pinggulnya. Membalik tubuh mungil itu cepat, menautkan jemari mereka.

Mata kelam Jung Kook menatap dalam manik cokelat di hadapannya. Sebelah tangan ia gunakan menyangga dagu sang gadis sementara tangan lain merengkuh pinggang. “Kau rapuh. Penderitaan sangat jelas tergambar di matamu,” ujarnya pelan namun menusuk. Gadis itu ingin berontak namun kekuatannya tidak sebanding dengan pria yang mengungkungnya.

Jari telunjuk bungsu Jeon bermain-main di garis wajah gadis mungil itu. Menyeka mata, hidung, lalu berlama-lama menyentuh bibir tipis pink alami yang ia puja. Tanpa sadar ia mempersempit jarak, membuat dahi dan hidung mereka saling bergesekan. Sepelan mungkin bibir mereka saling menempel, berciuman lembut dan tidak ada paksaan. Mata mereka mengatup rapat, meraup euforia yang membuncah dalam tubuh keduanya sebanyak mungkin.

Ciuman lembut berakhir. Kedua manik beda warna beradu pandang masih dalam jarak kurang dari lima senti. “Kau harus pergi terapi. Pemulihanmu tidak bisa ditunda-tunda lagi,” Jung Kook menegaskan. Gelengan tidak setuju gadis itu cipta, membuat Jung Kook mendesah.

“Bisakah kau percaya aku mencintaimu, Im Na Young? Aku… tidak akan meninggalkanmu dan… aku hanya ingin kau sembuh.” Jung Kook menelusupkan jari-jarinya menyisir surai hitam Na Young. “Percaya padaku.”

-FIN-

Pembaca yang Baik adalah Pembaca yang Meninggalkan Jejak *NgilangbarengSuga wkwk

Epilogue

“Masih berniat menyatakan cinta pada gadis yang memiliki gangguan mental?” gadis ponytail menghentikan langkah Jung Kook. Posisinya menyandar dinding, tersenyum meremehkan seraya mengamati kuku-kukunya yang dicat merah.

Jung Kook menyeringai, “Bukan urusanmu.” Melenggang santai meninggalkan gadis yang kini menghentak-hentak kakinya.

“Asal kau tahu saja, Jeon Jung Kook. Partner dancemu itu menderita Bipolar Disorder!” gadis itu masih mencak-mencak melihat Jung Kook memilih melanjutkan langkah. Menuju ruang latihan dance, tempat di mana gadis yang ia puja biasa bersembunyi.

Advertisements

2 thoughts on “Ruang Latihan Dance [Drabble]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s