Sweet Sugar

Sweet Sugar

image

Title: Sweet Sugar [Special Min Suga’s Birthday]
Cast: Min Yoon Gi, Ryu Ye Rin, Min Hyun Sik, Min Hyun Soo
Genre: Marriage Life, Family, Romance, AU
Length: Drabble [I, II, III]
Cover by: Rosilah Art
WARNING; Lot of typo, diksi tanpa arah jalan pulang, tidak sesuai harapan dan jauh dari ekspektasi kalian saya tidak tanggungjawab *loh

Copyright 2016 Nadhea Rain

~~~

Story begin..

Aku tersenyum melihatnya masih betah duduk di sofa dengan headphone bertengger manis di telinga juga Macbook putih menyala di hadapannya. Kedua kakinya ia angkat ke atas, lalu aku bisa melihat buku catatan serta bolpoin yang ia gunakan menulis lirik lagu baru untuk comeback grup yang ia produseri. Senyumku kembali mengembang menatap bibirnya yang tiba-tiba mengerucut lucu. Kutengok kembali jarum jam sebelum melangkah mengambil selimut, pukul dua belas lebih tiga puluh tujuh menit.

Priaku tetaplah seorang pekerja keras seperti dulu-bahkan jelas-jelas melupakan istrinya sampai selarut ini. Aku tak habis pikir sifatnya sama sekali tak berubah meski dua putra kami telah menginjak usia tujuh tahun. Ia masih saja gila kerja, dan akan tertidur bahkan hampir dua puluh jam sehari menggantikan waktu tidurnya yang terbuang. Aku menggeleng kecil menenteng selimut abu-abu favoritnya.

Menutup pintu kamar dengan hati-hati, aku berjalan mengendap-endap mencoba meminimalisir decit alas kakiku sendiri. Lekuk bulan sabit kembali menghias bibirku, menangkup tubuhnya dengan selimut abu-abu yang kubawa, aku ikut memeluknya. Memposisikan kepalaku di ceruk lehernya. Aroma Aftershave langsung menguar, mengetuk-ngetuk indera penciumanku seenaknya.

Aku bisa merasakan tubuhnya terhenyak sebelum melepas headphonenya. “Aku merindukanmu.” ucapku serius, bernapas di sekitar area lehernya. Ia tersenyum lebar, membuat mata sipitnya hampir tak terlihat.

Tangan kirinya tergerak menggapai tanganku, menuntunnya di depan dada. Aku bisa mendengar instrumen sendu dari headphone yang posisinya tepat di depan hidungku, juga detak jantung yang terasa mengetuk-ngetuk tanganku. “Kenapa belum tidur, hm?”

Aku mendengus maklum. Ya. Selain pekerja keras inilah sifat aslinya, tak pernah bisa romantis seperti teman-teman satu grupnya yang lain. Jika aku tidak mencintainya, mungkin aku akan menggantikan Yi Eun menikah dengan Tae Hyung-pria paling romantis yang benar-benar kuidamkan. Kepalaku menggeleng pelan mengisyarat aku-tidak-bisa-tidur-tanpamu tapi ia justru bangkit dari posisinya. Aku sempat merasa kecewa sebelum kecupan singkat ia curi dariku. Benar-benar singkat, hanya sekadar bibir menyapa bibir lalu ia kembali melengkungkan senyum.

“Tidurlah. Aku akan menyusulmu sebentar lagi.” kali ini ia meletakkan buku juga bolpoinnya, mengusap helaian hitamku lembut. Aku mengangguk dengan jantung yang bekerja dua kali lebih cepat di banding biasanya. “Selamat ulang tahun, sayang.” Oh astaga. Ia mencium pucuk kepalaku sayang. Kurasa rona merah pasti tercetak jelas di kedua pipiku…

… Bahkan ini hanya perhatian kecil-yang memang jarang ia lakukan-tapi-oh Tuhan. Aku mempercepat langkah, menutup-atau tepatnya membanting pintu, lalu menaiki bed menyembunyikan tubuhku.

Dasar, Min Yoon Gi menyebalkan!

II

Ini pukul setengah dua belas siang di awal musim gugur, tepatnya tanggal tujuh september dua ribu lima belas. Aku menyungging senyum manakala Yoon Gi membungkuk memberi kecupan kecil di keningku saat aku sedang melipat pakaian. Dahiku mengernyit, priaku masih memakai jas biru tua kebanggaannya dan segera duduk di sampingku.

Pukul setengah dua belas siang dan suamiku berada di rumah bukan komposisi yang biasa.

Aku mengambil kaos Hyun Sik, melipatnya cekatan. “Pulang cepat, hm?”

Menenggelamkan kepalanya pada sandaran kursi, ia menggeleng. “Menyisihkan sedikit waktu untuk si kembar. Ikut menjemput mereka?”

Aku tertawa kecil. Ekspresinya benar-benar tak bisa kuduga; ia mengangkat kembali kepalanya, berujar polos seperti bocah usia lima tahun. Dan jangan lupakan kalimat terakhir yang ia gunakan, ya meskipun bersifat ajakan, tapi kurasa itu bentuk perintahnya secara halus. Aku mengangguk mengiyakan.

Kami lebih banyak diam di mobil-hanya mendengarkan playlist lagu yang disiapkan Yoon Gi, sesekali melirik dan melempar senyum satu sama lain. Saat Lamborghini Aventador kami memasuki pelataran sekolah, Hyun Sik dan Hyun Soo sudah berdiri di lobby dengan tas punggung mereka. Yoon Gi menurunkan kaca mobil, melambai tangan dengan senyum cerah.

“Tumpangan gratis jalan-jalan, tertarik eh birthday boys?” ia sedikit berteriak dengan senyum yang tak pernah absen. Hyun Sik dan Hyun Soo serempak menoleh, membalas lambaian tangan papanya lalu berlarian ke arah kami.

“Pelan-pelan, sayang.” Aku ikut bersua sebelum mereka meraih gagang pintu dan berangsur masuk. Aku menoleh, melebarkan mataku menakut-nakuti mereka, namun justru cengiran lebarlah yang mereka layangkan.

“Maafkan kami, mama.” Kembali mereka memberikan tatapan memohon, aku memutar mata jengah. Oh Tuhan. Aku menjulurkan tanganku menggelitiki keduanya.

III

“Aku menemukan ini, mama,” Hyun Soo berseru menghambur padaku dengan sebuah bingkai di tangan kanannya. Kami melakukan agenda rutin beres-beres rumah setiap satu minggu sekali dan hari ini aku mengajak dua putraku membersihkan gudang. Tangan kecil Hyun Soo menyerahkan bingkai itu, di mana potret priaku membawa dua balon hati warna merah tengah memamerkan senyum indahnya. “Papa benar-benar manis.” Seloroh Hyun Soo mengambil duduk tepat di sampingku.

Aku membelai pucuk kepala Hyun Soo, meletakkan bingkai foto temuannya di kardus berisi barang-barang berkaitan dengan kenangan priaku. “Foto itu diambil satu hari sebelum papamu berulang tahun, tepat saat seribu hari grup papamu dulu berjaya.” Hyun Soo mengangguk pelan menanggapi celotehku. Dari arah kiri Hyun Sik ikut mendudukkan diri, menyodorkan minuman sari madu dengan tempelan kertas bertuliskan ‘aku mencintaimu’ ke tanganku. Aku tertawa kecil mengusap debu yang menempel di sana. “Hadiah termanis yang pernah papamu berikan pada fansnya,” bibirku melekuk manis, bergantian menyodorkan botol ke mereka.

**

Kami menghabiskan tiga jam membuat dekorasi sederhana ulang tahun priaku. Hyun Sik dan Hyun Soo benar-benar bahagia menatap hiasan itu-bahkan berulang kali memotretnya. Aku membebaskan mereka bermain dengan ponsel selagi aku memasak hidangan juga menghias kue. Pukul enam sore, aku tersenyum meletakkan hidangan-hidanganku di meja makan.

Deru mobil Yoon Gi-priaku-menggema setengah jam kemudian, Hyun Soo yang berjaga di depan pintu segera memberi kode kami dengan walky talky hadiah ulang tahunnya tahun lalu. “Target mendekat, mama Godzilla, Superman, ganti,” ujarnya membuat kami terlonjak beberapa saat.

“Segera mendekat ke TKP, Batman, mama Godzilla akan menyihir tempat ini jadi gelap.” Hyun Sik berujar setengah berteriak. Aku yang bertugas mematikan saklar segera mengangguk, berjalan mengendap-endap menuju tempat saklar yang memang tak jauh dari dapur. Aku kembali bergabung dengan mereka dua menit kemudian, aku bisa mendengar Yoon Gi mengeluh perihal kegelapan yang kami ciptakan. Kedua putraku terkekeh geli.

“Hyun Sik, Hyun Soo, aku tahu kalian sedang bersembunyi,” gesek sepatu Yoon Gi semakin mendekat namun Hyun Sik dan Hyun Soo belum juga menghentikan kikikan geli mereka. “Ya papa, coba temukan kami.” Kali ini Hyun Soo berseloroh, membuat Yoon Gi yang semula hendak menaiki tangga memutar arah. Menuju tepat ke arah kami.

“Oh baiklah, jangan katakan kau juga di sana, Ye Rin-ah?” Yoon Gi mendesis, meraba-raba guci besar kami dengan dua tangannya. Melangkah perlahan, menuju ruang makan tempat kami bertiga bersembunyi. Saat priaku menabrak meja makan, aku menyalakan lilin di atas kue, “Selamat ulang tahun, papa.” Kami bertiga berujar bersama, senyum manis mengembang di bibir Yoon Gi.

Ya. Selamat ulang tahun Min Yoon Gi-priaku tercinta. Seluruh do’a terbaik untukmu.

-FIN-

A/N: Especially for Min Yoon Gi-ku tercinta. Otanjoubi omedetou, selamat ulang tahun, happy birthday, saengil chukkhae hamnida gula manisku ({}). Best wishes for you honey :*

Pembaca yang Baik adalah Pembaca yang Meninggalkan Jejak *NgilangbarengSuga

Advertisements

4 thoughts on “Sweet Sugar

  1. aku meninggalkan jejak, aku pembaca yang baik * lah. hahaha

    gak sengaja nemu cerita ini. sebener nya jarang baca genre ginian karna masih terlalu muda *ahem* tp jd kebayang deh bagaimana kehidupan rumah tangga yoongi kelak. haha. Nice story 🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s